Ma’had UIN Antasari Gelar Workshop Moderasi Beragama, Perkuat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa

Ma’had Al-Jami’ah UIN Antasari Banjarmasin menggelar workshop moderasi beragama bagi mahasiswa Tahap III Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Masjid Kampus 2 UIN Antasari Banjarbaru. Sekitar 230 mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang terbuka, seimbang, dan bijak. Karena itu, kegiatan ini juga berperan dalam memperkuat wawasan kebangsaan.

Kegiatan dimulai dengan sesi pertama yang dipandu oleh Riza Saputera, M.A. Ia memperkenalkan pendekatan Analisis Gunung Es dan Proses U. Melalui materi ini, peserta diajak menelusuri akar persoalan keberagamaan secara lebih kritis dan mendalam.

Selanjutnya, H. Zarkani, S.Ag., M.M. memaparkan gambaran kehidupan beragama di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa keberagaman merupakan realitas sosial sekaligus kekayaan bangsa. Oleh sebab itu, setiap individu perlu menjaga sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Setelah istirahat siang, Dr. H. Nuril Khasyi’in, Lc., M.A. menyampaikan materi pengantar moderasi beragama. Ia menguraikan konsep dasar moderasi serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan ini menjadi bagian penting dari keseluruhan rangkaian workshop.

Pada sesi penutup, Syaipul Hadi, S.IP., M.A. membahas manajemen resolusi konflik. Ia memberikan berbagai contoh situasi yang sering terjadi di masyarakat. Selain itu, ia juga menawarkan langkah-langkah praktis untuk menghadapi konflik akibat perbedaan keyakinan.

Secara keseluruhan, workshop ini memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa. Tidak hanya menambah pengetahuan, kegiatan ini juga membentuk sikap toleran dan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Ma’had UIN Antasari menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi akademisi yang unggul. Mahasiswa tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan sikap inklusif di tengah keberagaman.

Baca Juga  Israel dan Iran Konflik Agama atau Politik? Moderasi Beragama Menjawabnya